Perjalanan Poltekkes Depkes Bandung PDF Print
Friday, 23 January 2009 23:24
Perjalanan Poltekkes Bandung Dalam Mendapatkan Piala C1tra Pelayanan Prima
Beberapa tahapan Poltekkes Bandung dalam mendapatkan Piala Citra Pelayanan Prima, yaitu:

I. Penilaian Oleh Badan PPSDM Kes :
Pada akhir tahun 2004, Badan PPSDM melakukan evaluasi terhadap kesehatan organisasi Poltekkes menggunakan Balanced Score Card (BSC), Akreditasi dan evaluasi kinerja melalui Progress report. Hasil telaahan menggunakan BSC, Poltekkes Bandung berada dalam kondisi yang sehat dengan rata-rata posisi berada dalam tingkat Stabilisasi dengan nilai IFE 2,98 dan EFE 2,91. Nilai Akreditasi jurusan / prodi yang ada di lingkungan Poltekkes Bandung ialah 9 jurusan /prodi nilainya A dan 2 prodi nilainya B.

Dari hasil penilaian BSC, Akreditasi dan progress report ini, Poltekkes Bandung ditunjuk sebagai salah satu institusi yang diusulkan sebagai unit pelayanan calon percontohan tahun 2006.

II. Informasi Penilaian Dan Persiapan
Pada tanggal 21 September 2005, kami mendapatkan informasi secara lisan dari Badan PPSDM Kes, bahwa Poltekkes Bandung, merupakan salah satu institusi yang akan di nilai sebagai unit pelayanan calon percontohan tahun 2006.

III Penilaian Oleh Departemen Kesehatan


Pada tanggal 11 Juli 2006, kami mendapatkan informasi secara tertulis, bahwa akan dilakukan penilaian sebagai unit pelayanan calon percontohan pada bulan Juli 2006. Ada 14 unit utama di lingkungan Departemen Kesehatan yang dinilai yaitu: Politeknik Kesehatan Bandung, Politeknik Kesehatan Semarang, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Jantung Harapan Kita Jakarta, Balai Laboratorium Kesehatan Jakarta, Bapelkes Cilandak Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makasar, Balai Laboratorium Kesehatan Makasar, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Surabaya, BPFK Surabaya, Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya, Balai Besar Laboratonium Palembang, Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta, di Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO), Tawangmangu

Pada hari selasa, tanggal 18 Juli Poltekkes Bandung dinilai sebagai unit pelayanan calon percontohan dilingkungan Departemen Kesehatan. Penilai berasal dan Ditjen Bina Yanmedik, Ditjen Bina Kesmas, Ditjen PP&PL, Ditjen Binfar & Alkes, Badan PPSDM, Badan Litbangkes, Biro Hukon, Biro Kepegawaian, Pusat Sarana, Prasarana dan Alkes

Kegiatan penilaian berupa, wawancana, pemeriksaan dokumen dan penilaian lapangan di tingkat Direktorat, jurusan dan unit pelayanan (poliklinik) yang ada di lingkungan Poltekkes Bandung

IV. Penilaian Tingkat Nasional
Pada tanggal 13 November 2006, kami mendapat surat dari Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatun Negana tentang penilaian kinerja unit pelayanan publik. Di Wilayah Jawa Barat, ada 28 instansi yang dinilai, adalah: Politeknik Kesehatan Bandung, BPSBTPH Departemen Pertanian Bandung, Pusat Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Bandung, Balai Besar Pengembangan dan Latihan Kerja Dalam Negeri, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, BPS Provinsi Jawa Barat, Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Regional, Balai Diklat Agribisnis Hortukultur Maribaya, Puskesmas Kota Cimahi Tengah, P3G Pertanian Cianjur, Balai Besar Pengelotaan Budidaya air tawar, PDAM Tirta Pakuan Bogor, Balai penelitian Veteniner Bogor, Balai pengujian mutu produk Peternakan, Balai Besar Industri Agro, Akademi Kimia Analis Bogor, Sekolah Menengah Kimia Analis Bogor, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Sawangan Depok, P3G Kejuruan Depok, Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Bekasi, PT PGN Tbk Bekasi, Sekolah Pendidikan dan Pelatihan aparatur Sukamandi Subang, Kantor Walikota Bandung, Kantor Walikota Sukabumi, Kantor Bupati Bogor, Kantor Walikota Bekasi dan Kantor Walikota Indramayu.

Pada hari Selasa, tanggal 14 November 2006 Poltekkes Bandung dinilai oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPan) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Diknas dan LSM, didampingi oleh Kantor Provinsi Jawa Barat.

V. Pemberian Piala Citra Pelayanan Prima Dari Presiden RI
Pada tanggal 22 Desember 2006, Politeknik Kesehatan Bandung diundang ke Istana Negara untuk menerima Piala Citra Pelayanan Prima tahun 2006. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 210/KEP/ M.PAN/12/2006 tentang pemberian ?Citra Pelayanan Prima? untuk unit kerja pelayanan publik tahun 2006, tendapat 70 unit kerja di Indonesia yang mendapatkan Penghargaan Piala Citra Pelayanan Prima termasuk di dalamnya ialah Politeknik Kesehatan Bandung. Selain itu juga terdapat 82 unit kerja yang mendapatkan Piagam Penghargaan Citra Pelayanan Prima tahun 2006.

Di lingkungan Departemen Kesehatan sendiri, dan 14 unit kerja yang dinilai, terdapat 5 unit kerja yang mendapatkan penghargaan, yaitu 3 unit kenja mendapatkan Piala Citra Pelayanan Prima dan 2 unit kerja menerima Pelayanan Prima, sebagai berikut :
Penerima Piala Citna Pelayanan Prima :
  1. Politeknik Bandung,
  2. RS Jantung Harapan Kita, Jakarta,
  3. Balai Laboratorium Kesehatan Jakarta
Penerima Piagam Citra Pëlayanan Prima :
  1. BTKL Banjar Baru Kalimantan Selatan
  2. Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makasar

Hal-Hal Yang Dinilai Dalam Penilaian Piala Citra Pelayanan Prima:
Penilai menggunakan 2 borang penilaian yaitu tentang pelayanan dan pelayanan pendidikan. Hal-hal yang dinilai pada borang I, mengenai pelayanan adalah: Visi, Misi, Moto dan janji layanan Poltekkes Bandung.


Sistem dan prosedur layanan, meliputi :

  1. Standar Operasional pelayanan (SOP),
  2. Sistem pengelolaan berkas/ dokumen,
  3. Sistem/ prosedur pengelolaan pengaduan masyarakat,
  4. Sistem pengelolaan mutu pelayanan,
  5. Uraian tugas pegawai
  6. Biaya/ tarif pelayanan,
  7. Standar waktu pelayanan
  8. Standar kualitas pelayanan,
  9. Mekanisme penanganan pengaduan/keluhan,
  10. Tingkat keterbukaan informasi kepada masyarakat
Sumber Daya Manusia (SDM), hal?hal yang dinilai meliputi:
Pedoman internal tentang sikap dan perilaku pegawai dalam pemberian pelayanan,
Sikap dan perilaku pegawai dalam pemberian pelayanan,
Kedisiplinan pegawai dalam pemberian pelayanan,
Tingkat kepekaan respon pegawai dalam pemberian pelayanan,
Tingkat keterampilan pegawai dalam pemberian pelayanan,
Kebijakan pengembangan pegawai
Sarana dan Prasarana.
Hal-hal yang dinilai pada borang II, mengenai pelayanan pendidikan sebagai berikut:
Sumber daya :
Sarana prasarana yang dibutuhkan oleh dosen untuk PBM,
Ruang belajar (kelas),
Perpustakaan,
Laboratorium,
Pelayanan kesehatan bagi dosen,
Sarana transportasi untuk menunjang PBM,
Pelatihan dan penjenjangan karier pegawai
Out Put:
Pelayanan bagi lulusan,
Informasi bagi user tentang lulusan Poltekkes Bandung,
Wadah bagi pana alumni
Manajemen:
Perangkat Poltekkes:
Struktur onganisasi dan pejabatnya,
Senat,
Kebijakan yang mendorong motivasi bekerja pegawai
Kesesuaian tupoksi dengan persyaratan jabatan
Pengembangan program
Pelayanan pada masyarakat :
Pelayanan kesehatan bagi masyarakat,
Pelayanan non kesehatan bagi masyarakat,
Kegiatan inovativ bagi masyarakat,
Media pengaduan dan saran
Pelayanan Yang Sudah Diberikan Kepada Pelanggan Poltekkes Bandung
Dalam Part 1 Chapterll Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003-2010, dicantumkan Visi 2010 Pendidikan Tinggi yaitu Quality; Acces and Equity; Autonomy. Untuk itu, Poltekkes Bandung melakukan penyesuaian sistem pendidikan, agar tahun 2010 menjadi pendidikan tinggi yang sehat, secara efektif dikoordinasikan dan ditujukan oleh ciri-ciri ?kualitas, akses dan keadilan serta otonomi? Dimensi mutu/ kualitas untuk bidang jasa termasuk dalam hal ini jasa pendidikan, ada dua kategori yaitu: technical quality of the outcome (what) dan functional quality of the process (how) yang diberikan kepada pelanggan.

Pelanggan Poltekkes Bandung meliputi pelanggan internal dan eksternal baik primer maupun sekunder. Pelanggan internal yaitu pegawai Poltekkes Bandung (dosen & tata usaha), sedangkan pelanggan ekstennal yang primer ialah mahasiswa dan pelanggan eksternal sekunder ialah onang tua mahasiswa, user, stakeholders dan lain-lain. Sebagai perguruan tinggi, kami menyadari bahwa Poltekes Bandung sangat tergantung kepada pelanggannnya, jadi Poltekkes Bandung harus :
Mengerti kebutuhan pelanggan saat ini dan masa yang akan datang,
Memenuhi persyaratan dan pelanggan,
Melebihi harapan pelanggan.
Yang dimaksud dengan kepuasan pelanggan ialah persepsi pelanggan tentang derajat pemenuhan persyaratan pelanggan. Pelayanan yang telah diberikan oleh Poltekkes Bandung kepada pelanggannya, antara lain sebagai berikut:

Pelayanan Terhadap Pelanggan Eksternal Primer (Mahasiswa):
a. Pelayanan berupa technical quality of the outcome yang telah diberikan kepada mahasiswa berupa peningkatan kompetensi mahasiswa setelah mengikuti pendidikan. Hal ini dapat dilihat dan indicator penyerapan lulusan, waktu tunggu lulusan dan performance kerja lulusan. Dan tahun 2002 sampai saat ini Poltekkes Bandung telah meluluskan 5630 lulusan dan 6 jurusan yang ada.

Penyerapan dan Waktu Tunggu Lulusan
Penyerapan lulusan dan waktu tunggu lulusan Poltekkes Bandung setiap jurusan berbeda, yaitu sebagai berikut : Jurusan Kebidanan dan Analis Kesehatan penyerapan lulusan rata rata mencapai 100 % dengan waktu tunggu rata-rata kurang dan 6 bulan; Jurusan Keperawatan penyerapan lulusan rata-rata 96,3% dengan waktu tunggu rata-rata kurang dan 6 bulan; Jurusan Gizi penyerapan lulusan rata-rata mencapai 74,1% dengan waktu tunggu lebih dan 6 bulan; Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Gigi penyerapan lulusan rata rata 65% dengan waktu tunggu lebih dan 6 bulan.

Tempat lulusan Poltekkes Bandung
Berdasarkan hasil penelusuran lulusan tahun 2003 sampai dengan 2005, rata rata 51,8% lulusan bekerja di rumah sakit, lulusan yang bekerja di dinas kesehatan/ puskesmas rata-rata sebanyak 17,3%, lulusan yang bekerja di swasta rata-rata 10,1%, lulusan yang bekerja di bidang pendidikan rata-rata 0,6% dan rata-rata yang bekerja sebagai wiraswasta 7,4%.

Performance Kerja Lulusan
Bendasankan penilaian user terhadap kinerja lulusan Poltekkes Bandung, pada aspek penerimaan tugas menyatakan 91,5% baik dan 8,5% kurang baik; aspek pelaksanaan tugas menyatakan 86,7% baik dan 13,3% kurang baik; pada penyelesaian tugas user menyatakan 60,2% baik, 32,3% cukup baik dan 7,5% kurang baik. Secara umum, pelayanan kepada lulusan berupa promosi lulusan melalui informasi lulusan di Internet, penelitian penelusuran lulusan, pencatatan data lulusan, fasilitasi informasi tentang lowongan pekerjaan, fasilitasi izin praktek dan fasilitas penyiapan uji kompetensi.

b. Pelayanan functional quality of the process (how)
yang diberikan kepada mahasiswa ialah sebagai berikut: Dalam proses pendidikan, Poltekkes Bandung mengacu pada konsep Competency Based Education (CBE) dan focus terhadap kepuasan pelanggan (mahasiswa). Hal ini dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajarannya Dalam perencanaan pembelajaran, telah tersedia 100 % silabus dan 98% SAP berbasis kompetensi. Pendidikan dosen, 53% D4, S1 dan 37% S2. Jabatan fungsional dosen 38% Asisten Ahli 27% Lektor dan 10% Lektor kepala. 53% dosen mempunyai pengalaman mengajar lebih dari 10 thn. Dalam pelaksanaan pembelajaran, rasio dosen mahasiswa adalah 147 : 3569 = 1:10. Untuk kegiatan praktek seperti di kebidanan rasio pembimbing : mahasiswa adalah 1 : 1-2. Pelaksanaan pembelajaran diupayakan dengan kelas kecil yaitu jumlah mahasiswa 25-30 per kelas. Dan 87 ruang kelas yang ada di Poltekkes Bandung, 64% kelas sudah dilengkapi LCD. Pengajanan dilakukan dengan menggunakan multimedia dan multimetoda serta pembelajaran dengan menerapkan konsep CTL (Contextual Teaching and Learning) sebagai implementasi kurikulum berbasis kompetensi. Praktikum dilakukan dengan pendekatan individual untuk tercapainya kompetensi dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Prosentase kehadiran minimal 16X mencapai 92,8%, pencapaian materi 99%. Setiap mahasiswa didampingi oleh seorang pembimbing akademik. Dari hasil evaluasi pembelajaran, rata-rata kelulusan per semester mencapai 99%. Bagi Mahasiswa yang berprestasi diberi penghargaan berupa beasiswa. Rata-rata 69 mahasiswa setiap tahun yang mendapatkan beasiswa. Rata-rata IPK tertinggi lulusan dari 2002 sampai 2006 ialah 4,43. Setiap akhir semester dilakukan evaluasi dosen dan mahasiswa dan juga penelitian secara kohort tentang kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan Poltekkes Bandung. Dari penelitian yang dilakukan dari tahun 2003 sampai 2006, didapatkan hasil penelitian rata-rata antara lain sebagai berikut : 94,0% dosen telah menjelaskan silabus, 95,9% pokok bahasan sesuai dengan silabus, 84,2% dosen mengembalikan kertas kerja mahasiswa, 81,3% dosen mengajar sesuai IPTEK, 83,3% dosen berperan sebagai fasilitator, 76,8% dosen menciptakan suasana kondusif.

Untuk mendukung pembelajaran, disediakan fasilitas perpustakaan dengan jumlah buku 46228 buah, pelayanannya menggunakan system barcode. Untuk praktikum kedokteran dasar, distandarisasi dan difasilitasi dengan menyediakan Laboratoriun terpadu dengan standar setara dengan ISO 17025 dan ISO 1589 Untuk mendukung praktek kerja lapangan, tersedia klinik reproduksi dan klinik promotive preventive Poltekkes Bandung Laboratorium Analis Kesehatan sedang dikembangkan untuk Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan persiapan pemanfaatan sebagai Lembaga Diklat Profesi (LDP). Fasilitas lain yang tersedia adalah laboratorium bahasa dan laboratorium komputer dengan palayanan internet gratis. Tersedia juga asrama dengan kapasitas keseluruhan 840 mahasiswa. Sebagai penjaminan mutu kepada mahasiswa dan pelanggan lainnya, Poltekkes Bandung mengembangkan sistem penjaminan mutu mengacu pada SMM ISO 9001: 2000. Untuk peningkatan pelayanan kepada mahasiswa, dilakukan pengembangan program Poltekkes Bandung dengan penyelenggaraan kelas unggulan DIII Keperawatan bertaraf internasional, D IV Bidan Pendidik. Yang Segera diselenggarakan ialah D IV Gizi, D IV Analis Kesehatan dan DIV Kesehatan Gigi dan double degree.

Pelayanan Poltekkes Bandung Terhadap Pelanggaran Eksternal Sekunder (Masyarakat)
Pelayanan yang telah dibenikan Poltekkes Bandung kepada masyarakat meliputi kegiatan dengan cakupan secara nasional, regional maupun di wilayah Bandung sendiri, antara lain: mernberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum termasuk kepada keluarga miskin, di klinik reproduksi dan klinik promotive preventif. Pada saat tertentu seperti Dies, pelayanan kesehatan diberikan secara gratis; melakukan pelayanan kesehatan oleh dosen dan mahasiswa kepada korban pasca tsunami di Aceh dan Pangandaran, korban gempa bumi d Yogya, korban longsor di Cimahi dan Garut, korban banjir di Bandung dan korban KLB demam berdarah di Bandung; Memberikan pelayanan kepada institusi lain berupa tempat benchmarking lebih dan 30 institusi baik dalam maupun luar negeri; mengembangkan model bimbingan praktek klinik bagi DIII Kebidanaan seluruh Indonesia, kerjasama dengan Maternal & Neonatal Health (MNH), dan tahun 2002 sampai 2005 mengembangkan model bimbingan praktek klinik bagi DIII Kebidanan seluruh Indonesia, bekerja sama dengan JHIPIEGO dan tahun 2005 sampai sekarang; melatih pembimbing lahan praktek dan Dosen dalam model bimbingan klinik se Indonesia, dari tahun 2002 sampai sekarang; membantu korban bencana tsunami di Nangro Aceh Darusalam dengan menyelenggarakan bimbingan praktek bagi mahasiswa tingkat III jurusan kebidanan AKBIB Muhammadiyah, Poltekkes Banda Aceh dan Lhokseumawe; mendidik 19 orang putra daerah dari keluarga dukun sebagai calon bidandi desa terpencil di Jawa Barat dengan biaya Ford Foundation (YPKP) tahun 2004 sampai dengan 2007; mendidik 30 orang putra daerah sebagai calon bidan di desa tertinggal wilayah Cianjur Selatan tahun 2005 sampai dengan 2008; mendidik 40 orang dari Propinsi Papua untuk menjadi DIV Bidan